Pages

Labels

Pengikut

Senin, 16 September 2013

Air Terjun Mendatar?


Jika selama ini air terjun menurun ke bawah, beda ceritanya dengan "Horizontal Falls" yang mengalir mendatar, sekaligus bolak-balik.
Aliran airnya deras layaknya air yang terjun dari tebing. Sekilas memang pemandangan ini terlihat seperti air terjun, tapi bedanya aliran airnya mendatar. Sampai-sampai tempat ini dinamai The "Horizontal Falls" atau air terjun horizontal.

Peristiwa ini sebenarnya terbentuk karena derasnya air yang keluar dari sela-sela tebing. Tebing tersebut membelah lautan. Dari sisi lautan yang satu (sebelah kanan), air akan meluncur deras ke sisi di seberangnya (sebelah kiri).

Ini terjadi karena air laut di sebelah kanan sedang pasang, sedangkan air laut di sebelah kiri sedang surut. Uniknya, hal tersebut juga berlaku kebalikannya. Tidak jarang jika pagi hari air mengalir dari kanan ke kiri, tapi sorenya malah dari kiri ke kanan.

Peralihan air ini terjadi terus-menerus, sehingga terlihat seperti sebuah air terjun yang mengalir bolak-balik. Jika biasanya air terjun memiliki ketinggian tertentu, air terjun Horizontal ini cuma punya lebar. Untuk bisa mengalir ke sebelah kiri, air di lautan sebelah kanan harus melewati jarak sejauh 300 meter terlebih dahulu.

Pemandangan langka ini tentu saja mengundang banyak wisatawan untuk datang. Decak kagum sudah menjadi hal yang biasa kala menyaksikan langsung peristiwa ini. Sampai-sampai, tempat ini mendapat julukan sebagai salah satu keajaiban alam terbesar di dunia.

Asyiknya lagi, di air terjun Horizontal, traveler tidak hanya bisa menikmati fenomena alam ini saja, tapi pemandangan di sekitarnya juga sangat indah. Walaupun aksesnya terbilang sulit, tapi tetap saja tempat ini selalu menjadi idaman para wisatawan.

Tertarik mengunjunginya?

Jembatan Banpo dengan Pelanginya



Siapa sih yang gak tau Sungai Han?? Lokasi yang sering menjadi tempat syuting drama-drama korea. Sungai Han adalah sebuah sungai di Korea Selatan yang terbentuk akibat pertemuan dari Sungai Namhan (Sungai Han Selatan), yang bermata air di Gunung Daedeok, dan Sungai Bukhan (Sungai Han Utara), yang berhulu dari lembah Gunung Geumgang di Korea Utara. Sungai Han mengalir melewati Seoul dan bergabung dengan Sungai Imjin sebelum bermuara ke Laut Kuning. Sungai Han merupakan sungai terpanjang ke 4 di Korea. Ada 7 line subway yang melewati sungai han. Selain itu, juga ada beberapa jembatan yang melintasi sungai han. Salah satunya yang menurut sebagian besar wisatawan paling indah pemandangannya adalah jembatan banpo. Karena apa? Karena ada air terjun pelangi.


The Banpo Bridge adalah jembatan besar di pusat kota Seoul di atas Sungai Han, Korea Selatan, yang menghubungkan kabupaten Seocho dan Yongsan.


Jembatan ini berada di atas Jembatan Jamsu dan membentuk sebuah ‘dek ganda’. Jembatan yang terakhir memiliki kemampuan untuk menyelam di dalam air jika permukaan air naik. Banpo Bridge adalah sebuah jembatan kayu palang dan selesai pada tahun 1982.

Pada September 2008, jembatan ini sudah berubah menjadi pelangi air mancur raksasa yang menembak ke bawah bukannya ke atas dengan hampir 10.000 LED nozel di setiap sisi jembatan, menembak dari 190 ton air per menit. Air dipompa langsung dari sungai itu sendiri dan terus-menerus di daur ulang , menunjukkan Seoul ‘Eco-friendliness ‘. Proyek ini yang pertama jenisnya di dunia, dan dijadikan wisata utama di Korea



Say wow! Pengin ke sana?

Rabu, 11 September 2013

6 Jalur Pendakian Terindah!

Mendaki gunung tidak selamanya demi mencapai puncak, tapi juga menikmati jalan sepanjang pendakian. Dari seluruh gunung di Indonesia, banyak yang memiliki jalur pendakian dengan pemandangan menggoda mata.

Menurut Harley B Sastha, penulis seri buku 'Mountain Climbing for Everybody' para pendaki bisa saja suka dengan vulkanologinya, atau suka dengan aspek biologis yang ada di sana. Menurutnya, inilah 6 jalur pendakian terindah di Indonesia:

1. Papandayan, Jawa Barat


Papandayan terkenal sebagai gunung yang paling cocok untuk pendaki pemula. Dengan ketinggian 2.665 mdpl, Papandayan di Garut tidak cuma jadi surganya para pendaki pemula, tapi juga semua orang.

"Di sana yang indah bagian vulkanologinya. Efek letusan dan pepohonan yang mengering membuat pendakian jadi lebih menarik," tutur Harley kepada detikTravel, Senin (10/9/2013).

Selagi mendaki, pemandangan yang tersaji seperti padang edelweiss akan memanjakan para pendaki. Juga, kawah-kawah yang cantik dan menarik dipandang mata, membuat siapapun bisa melupakan kelelahan yang sedang trekking.

"Karena bagusnya, banyak juga yang akhirnya menjadikan papandayan sebagai tempat foto pre wedding. Efek letusannya menampilkan pohon-pohon yang mengering, berpadu dengan abu-abu letusan. Menarik!" lanjut pria yang telah naik gunung dari kelas 1 SMP itu.

2. Argopuro, Jawa Timur


"Ini sih bukan gunung, ini taman! Ujar salah seorang teman saya yang naik bareng ke Argopuro," kata Harley.

Ya, keindahan Gunung Argopuro di Jember, Jatim ini tak bisa ditolak siapapun. Sebagai gunung yang memiliki trek terpanjang di Pulau Jawa, Argopuro juga menawarkan pemandangan beragam dan tak kalah eksotis.

"Mendaki ini, variasinya bisa dapet banyak banget," ujar mantan peserta program detikTravel, Aku Cinta Indonesia (ACI) 2010 ini.

Harley melanjutkan, jika ingin mencari sabana, di sini ada banyak dan indah. Sungainya juga jernih, dan yang tak boleh terlewat adalah Danau Taman Hidup yang misterius sekaligus sangat anggun. Kadang, menurut Harley, saat pendakian, bisa melihat merak lalu-lalang maupun terbang melintas.

Bagi pecinta hewan, ada banyak jenis yang bisa ditemui di sini seperti rusa, babi hutan, lutung, monyet dan lainnya. Gunung ini juga memiliki jenis vulkanik yang menarik. Ingin yang eksotis, Argopuro juga punya hutan lumut yang membuat Anda terlena.

"Hutan lumut itu maksudnya, pepohonan di sana diselimuti lumut," jelas Harley.

Nah, bagi pecinta sejarah, gunung ini juga memiliki situs. Bahkan, situs yang konon merupakan sisa peninggalan Dewi Rengganis. Inilah situs paling tinggi di Pulau Jawa. Menurut Harley, Gunung Argopuro punya jalur pendakian paling bersih di Pulau Jawa.

3. Rinjani, Lombok


Saat mendaki dan cuaca sedang cerah, Rinjani akan menampilkan kecantikan maksimalnya. Ada banyak pemandangan yang bisa ditemui di sana. Tak heran jika gunung ini masuk sebagai salah satu pemilik jalur pendakian terindah di Indonesia.

"Yang jelas cantik yaitu sabananya, juga Danau Segara Anakannya," kata Harley.

Segara Anakan dengan anak gunung yang bernama Gunung Barujari di sampingnya membuat pemandangan terlihat sempurna, terutama saat sunrise. Seorang pendaki asal Bulgaria pun merasa sangat jatuh cinta dan tak ingin segera pergi dari sana saat mendaki Rinjani.

"I want to stay here. It's amazing! Kata orang Bulgaria itu," tutur Harley.

Selain Segara Anakan, ada juga 7 Bukit Penyesalan. Meski medannya cukup sulit, namun 7 Bukit Penyesalan juga memiliki pemandangan yang indah, ini bisa mengurangi kelelahan mendaki bukit. Di puncaknya, saat cerah, menurut Harley, bisa melihat Gunung Agung, Laut Bali, dan Gunung Tambora.

Yang tak kalah menarik, saat perjalanan menurunnya. Ada mata air panas, ada juga air terjun Sendang Gile di Senaru. "Kalau turun, bisa langsung mandi di air terjun Sendang Gile, segar!" tutupnya.

4. Semeru, Probolinggo


Gunung Semeru semakin terkenal setelah film '5 Cm meledak di bioskop Indonesia beberapa waktu lalu. Banyak wisatawan yang ingin melihat sendiri bagaimana cantiknya Danau Ranu Kumbolo dan eksotisnya Kalimati.

"Iya, jalur pendakian Semeru masuk dalam salah satu yang terindah. Banyak yang bisa dilihat sepanjang perjalanan," kata Harley.

Alun-alunnya, atau padang rumputnya sangat cantik. Tak lupa tentu saja, Danau Ranu Kumbolo yang sangat indah terutama saat mentari pagi mengintip genit. Ada juga, menurut Harley, padang bunga nan menggoda mata yaitu Oro-oro Ombo.

Eksotisme sangat terasa di Kalimati, di mana abu berjatuhan pada beberapa waktu. Pasirnya yang hitam juga mendukung keunikan dan keindahan dari kawasan Kalimati.

"Pokoknya, gunung api itu indahnya luar biasa!" kata Harley.

5. Kerinci, Jambi


Melangkah ke Sumatera, ada yang cantik di Jambi yaitu pendakian di Gunung Kerinci. Di sana, menurut Harley, hutan hujan tropisnya terlihat sangat cantik.

"Hutannya menarik, masih ada harimau di sana," ucapnya.

Karena gunung api, sudah tidak ada pepohonan di jalan menuju ke puncak. Inilah surga bagi para pecinta vulkanologi. Bebatuan yang ada di sana menarik dan juga cantik dipandang mata. Menjadi gunung api yang paling tinggi di Indonesia, berada di puncak Kerinci memungkinkan Anda melihat Danau Kerinci, beserta kawahnya.

6. Tambora, Sumbawa


Inilah gunung dengan caldera terdalam di dunia, dan terbesar di Asia. Gunung Tambora berdiri dengan gagahnya, menguarkan keanggunan yang tak bisa dielakkan.

"Menariknya, di sini bisa menemukan keindahan biologi sekaligus vulkanologi," tutur Harley.

Tahun 2015 mendatang, ujar Harley, adalah tepat 2 abad ledakan Tambora. Ledakan yang menyisakan kawah sedemikian megah dan membuat siapapun terkagum-kagum. Riak kecil dan anak gunung menyempurnakan pemandangan. Saat musim hujan, caldera akan diselimuti dengan rerumputan nan hijau. Juga, tebing-tebing calderanya terlihat makin cantik.